{"id":2948,"date":"2021-02-24T16:18:42","date_gmt":"2021-02-24T16:18:42","guid":{"rendered":"http:\/\/alqudsmalaysia-001-site4.itempurl.com\/?p=2948"},"modified":"2022-06-10T08:01:02","modified_gmt":"2022-06-10T08:01:02","slug":"sejarah-pembangunan-masjid-al-aqsa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging.aqsapedia.net\/staging\/id\/2948","title":{"rendered":"Sejarah Pembangunan Masjid Al Aqsa"},"content":{"rendered":"<p><!-- VideographyWP Plugin Message: Automatic video embedding prevented by plugin options. --><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><strong><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 14pt; color: #3366ff;\"><em>Oleh: <\/em>Dr. Sharif Abu Shammalah<br \/>\nCEO of al-Quds Foundation Malaysia<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Masjid Al Aqsa adalah sumber keberkahan. Keberkahan yang telah menyebar ke segala tempat di sekitarnya. Ia adalah masjid kedua di muka bumi yang dibangun sebagai tempat untuk menyembah Allah swt. Sejarahnya terikat erat dengan masjid Haram. Ia menjadi saksi perjalan para nabi yang pernah shalat dan menyembah Allah swt di dalamnya.Dari mihrabnya mereka menyampaikan risalah kenabian. Dalam tulisan ini kita akan mendiskusikan periode dari sejarah masjid Al Aqsa, agar kita mengetahui bagian-bagian paling penting dalam jangka waktu yang dimulai dari masa pembangunannya hingga masa Nabi Isa as. Kita akan menggali informasi dari sumber-sumber islam dan menyertakan isyarat yang terkandung di dalamnya, juga yang telah diamini oleh para ulama besar dari riwayat-riwayat yang terdapat dalam kitab-kitab mereka.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><b><strong>Pembangunan Pertama<\/strong><\/b><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Sudah jelas dalam sunnah nabawiyah bahwa masjid Al Aqsa \u00a0dibangun 40 tahun setelah pembangunan masjid Haram. Sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Dzar ra, beliau berkata:\u00a0<em>\u201caku pernah bertanya kepada Nabi saw, masjid apa yang pertama kali dibangun di muka bumi?\u201d<\/em>\u00a0Beliau menjawab:\u00a0<em>\u201cmasjid Haram,\u201d<\/em>\u00a0aku bertanya lagi:\u00a0<em>\u201ckemudian apa?,\u201d<\/em>\u00a0beliau menjawab:\u00a0<em>\u201cmasjid Al Aqsa,\u201d<\/em>\u00a0aku bertanya<em>: \u201cberapa lama jarak antara kedua nya?\u201d<\/em>\u00a0\u00a0beliau menjawab:\u00a0<em>\u201cempat puluh tahun,\u201d<\/em>\u00a0kemudian Nabi menambahkan:\u00a0<em>\u201cdi manapun engkau mendapati waktu shalat telah tiba, maka shalat lah, karena bumi bagimu adalah masjid.\u201d\u00a0<\/em>(Shahih Bukhari: juz 4, hal 422). Hadits ini adalah dasar dalam memahami sejarah masjid Al Aqsa, karena Hadits ini menjelaskan bahwa pembangunan masjid Al Aqsa sangat awal sekali yaitu beberapa saat setelah pembangunan masjid Haram. Karena masa 40 tahun adalah waktu yang amat singkat bila dibandingkan dengan usia para manusia awal atau dengan usia kehidupan mereka di muka bumi.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Satu persoalan yang biasanya menyertai sejarah pembangunan masjid Al Aqsa adalah siapa sesungguhnya yang membangun nya pertama kali. Persoalan ini sendiri telah menjadi perhatian dan penyelidikan para ulama masa lampau maupun kontemporer. Dalam hal ini Ibnu Hajar telah menunjukkan beberapa pendapat tentang siapa sesungguhnya yang membangun masjid Al Aqsa. Disebutkan: \u201dyang pertama kali membangun masjid Al Aqsa adalah Nabi Adam as,\u201d dikatakan juga: \u201dpara malaikat,\u201d dikatakan: \u201cSam bin Nuh as,\u201d dikatakan: \u201cYa\u2019qub as.\u201d Pendapat-pendapat tersebut merujuk kepada Ibnu Juazi, Ibnu Hisyam dan selain mereka berdua. Maka pendapat yang\u00a0<em>rajih\u00a0<\/em>(kuat) adalah bahwa Nabi Adam as lah yang membangun masjid Al Aqsa setelah membangun masjid Haram. Ibnu Hajar mengatakan: \u201cKemungkinan (tentang siapa yang membangun Ka\u2019bah) yang disebutkan oleh Ibnu Jauzi adalah beralasan. Karena aku juga telah menemukan pendapat yang menguatkan dan mendukung bahwa Nabi Adam as lah yang membangun kedua masjid tersebut (masjid Haram dan masjid Al Aqsa)\u201d (Ibnu Hajar Al Asqalani:\u00a0<em>Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari,\u00a0<\/em>juz 6, hal. 408-409). Ibnu Hisyam juga memberikan rincian yang mendukung pendapat ini, ia mengakatan:\u201dbeberapa saat setelah Nabi Adam as membangun Ka\u2019bah, Allah swt memerintahkan nya untuk pergi ke sebuah negeri yang disucikan. Lalu Jibril as mengajari nya bagaimana membangun Baitul Maqdis, maka ia pun membangun Baitul Maqdis\u201d ( Kitab\u00a0<em>At Tijaan fi Muluk Bani Hamir:\u00a0<\/em>hal. 21-22).<b><strong><br \/>\n<\/strong><\/b>Satu hal yang patut diperhatikan adalah, bahwa yang dimaksud dengan Baitul Maqdis di sini adalah masjid Al Aqsa. Penyebutan dengan nama ini untuk pertama kalinya terdapat pada permulaan surah Al Isra\u2019. Kemudian kaum muslimin, pada abad-abad berikutnya, terbiasa menyebut nama Baitul Maqdis sebagai kota dan nama Al Aqsa adalah masjid. Karena masjid Al Aqsa merupakan inti kota Baitul Maqdis dan bangunan pertama yang terdapat di kawasan tersebut, sebagaimana Ka\u2019bah yang menjadi bangunan pertama di kawasannya (Mekkah). (Kitab\u00a0<em>At Tijaan fi Muluk Bani Hamir:\u00a0<\/em>hal. 21-22).\u00a0Adapun persoalan lain yang membingungkan sebagian orang adalah bahwa masjid Al Aqsa dibangun empat puluh tahun setelah pembangunan masjid Haram berdasarkan hadits yang lalu. Berarti masjid Al Aqsa dibangun selama era Nabi Ibrahim as, karena dia lah yang membangun Ka\u2019bah berdasarkan\u00a0<em>nash\u00a0<\/em>Al Quran:\u00a0<em>\u201cDan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): &#8220;Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui&#8221;.\u00a0<\/em>(QS. Al Baqarah: 127)<b><strong>.\u00a0<\/strong><\/b>Jawaban untuk persoalan ini adalah bahwa pembangunan Nabi Ibrahim as terhadap Ka\u2019bah adalah pembaharuan (bukan membangun dari awal). Hal itu dikuatkan dengan fakta bahwa Nabi Ibrahim as dan anaknya Ismail as telah mengetahui tentang keberadaan masjid Haram sebelum memperbaharui nya, sebagaimana perkataannya (dalam Al Quran):\u00a0<em>\u201cYa Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati &#8230;\u201d\u00a0<\/em>(QS. Ibrahim: 37)<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Ini lah yang disepakati oleh beberapa ulama seperti Ath Thabari dalam tafsirnya, Ar Razi dalam\u00a0<em>At Tafsir Al Kabir,\u00a0<\/em>Al Qurthubi dalam tafsirnya\u00a0<em>Al Jami\u2019 liahkamil Quran,\u00a0<\/em>Ash Shuyuthi dalam\u00a0<em>Syarh Sunan An Nasa\u2019i,\u00a0<\/em>Al Baghawi dan ulama lainnya. Ath Thabari mengatakan,: \u201c(yang dimaksud)\u00a0<em>Al Qawaid\u00a0<\/em>(dasar-dasar) adalah dasar-dasar yang telah ada sebelumnya.\u201d Ulama lain mengatakan,: \u201cbahkan ia adalah dasar-dasar rumah (Baitulllah) yang Allah swt turunkan dari langit kepada Adam as di bumi\u201d (Abdullah Ma\u2019ruf:\u00a0<em>Al Madkhal ila Dirasat Baitul Maqdis<\/em>)<b><strong>\u00a0<\/strong><\/b>Dari\u00a0<em>nash-nash\u00a0<\/em>dan beberapa pendapat tersebut di atas, yang didukung oleh beberapa ulama dan\u00a0<em>mufassirin,\u00a0<\/em>jelaslah bahwa yang membangun masjid Al Aqsa adalah Nabi Adam as.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><b><strong>Bentuk dan Orientasi Pembangunan Awal dari Masjid Al Aqsa<br \/>\n<\/strong><\/b><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Pada bagian akhir dari riwayat Ibnu Hisyam yang telah lalu, \u201cLalu Jibril as memberitahukan nya (Adam as) bagaimana membangun Baitul Maqdis.\u201d Ini merupakan fakta tambahan yang unik dan amat penting dalam sejarah pembangunan masjid Al Aqsa, yang menguatkan bahwa Nabi Adam as membangun masjid Al Aqsa sesuai dengan cara (desain) yang diwahyukan oleh Allah swt kepada nya melalui perantara Jibril as.<b><strong>\u00a0<\/strong><\/b>Salah satu penemuan penting adalah penelitian yang dilakukan oleh Hitsam Yahya Al Rothruth. Penelitian ini sendiri terfokus pada hubungan Ka\u2019bah dan masjid Al Aqsa dari sisi desain (rancang bangun) dan sejarah. Dimana ia meneliti dimensi (desain) Ka\u2019bah yang dibangun oleh Nabi Ibrahim as berdasarkan\u00a0<em>Qaqawaid\u00a0<\/em>(pondasi yang dibangun) Nabi Adam as yang didasarkan pada apa yang dijelaskan oleh Al Azroqi (wafat tahun 225 H) dalam kitabnya\u00a0<em>Tarikh Makkah.\u00a0<\/em>Maka dengan ini desain Ka\u2019bah secara rancang bangun bisa ditentukan.Kemudian ia meneliti dimensi masjid Al Aqsa yang ada pada masa para Nabi yaitu sebelum dilakukan perluasan oleh kekhalifahan Umayyah (sebelum abad 1 Hijriah \/ 7 Masehi). Hal ini ia dasarkan pada beberapa penelitian dan catatan arkeologis terkini. Maka desain masjid Al Aqsa secara rancang bangun bisa ditentukan.<b><strong>\u00a0<\/strong><\/b>Akhirnya ia melakukan perbandingan antara keduanya dan sampai kepada satu kesimpulan, sebagaimana yang ia tuliskan: \u201cketika melakukan perbandingan desain rancang bangun antara masjid Al Aqsa ketika awal dibangun dan Ka\u2019bah, jelaslah ada kemiripan yang mutlak antara keduanya. Kemiripan ini terdapat pada proporsi sisi-sisi dan tingkat kemiringan keduanya. Singkatnya, hasil dari perbandingan secara desain rancang bangun ini adalah bahwa masjid Al Aqsa dan Ka\u2019bah dibangun oleh perancang yang sama. Kemungkinan hal ini menunjukkan bahwa desain keduanya dirancang oleh satu orang yang sama atau orang yang merancang salah satu dari keduanya hidup dalam kurun waktu tertentu di dua tempat tersebut dan ia mengetahui detail yang terdapat pada keduanya.\u201d (Lihat gambar)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Pola arsitektur Ka\u2019bah pada jaman Nabi Ibrahim as dan \u201ckawasan\u201d masjid Al Aqsa pada awal abad ketujuh Masehi.\u00a0Bentuk rendah yang terdapat pada keduanya menandakan proyeksi horisontal dari Ka\u2019bah dan \u201ckawasan\u201d masjid Al Aqsa, dimana bisa dilihat adanya kemiripan antara proyeksi horisontal kedua bangunan tersebut. (SUMBER: Al Rothruth, 2015).<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Hitsam Al Rothruth menambahkan bahwa penelitiannya pada lokasi masjid Al Aqsa dan Ka\u2019bah menyingkap satu fakta bahwa dulu masjid Al Aqsa menghadap ke Ka\u2019bah. Yaitu bahwa dari awal masjid Al Aqsa dibangun menghadap kiblat. Maka hal ini menguatkan hadits yang menerangkan bahwa masjid Al Aqsa dibangun setelah masjid Haram, karena ia (masjid Al Aqsa) menghadap ke arahnya (masjid Haram). (Lihat gambar). Hasil yang teramat penting ini menguatkan fakta bahwa Nabi Adam as membangun masjid Al Aqsa berdasarkan pada rancangan yang detail dan jelas, melampaui kemampuan manusia. Maka pastilah ini merupakan ketetapan Allah swt. Ini pula yang menjadi dasar penguat akan hubungan yang terjalin antara kedua masjid tersebut, baik dari sisi sejarah, agama maupun bangunan.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Dr. Sharif Abu Shammalah CEO of al-Quds Foundation Malaysia Masjid Al Aqsa adalah sumber keberkahan. Keberkahan yang telah menyebar ke segala tempat di sekitarnya. Ia adalah masjid kedua di&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2845,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"elementor_theme","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[106],"tags":[],"class_list":["post-2948","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah-al-aqsha"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.aqsapedia.net\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2948","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.aqsapedia.net\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.aqsapedia.net\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.aqsapedia.net\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.aqsapedia.net\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2948"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/staging.aqsapedia.net\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2948\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.aqsapedia.net\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2845"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.aqsapedia.net\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2948"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.aqsapedia.net\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2948"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.aqsapedia.net\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2948"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}