{"id":2975,"date":"2021-02-26T07:59:35","date_gmt":"2021-02-26T07:59:35","guid":{"rendered":"http:\/\/alqudsmalaysia-001-site4.itempurl.com\/?p=2975"},"modified":"2021-02-26T07:54:41","modified_gmt":"2021-02-26T07:54:41","slug":"baikah-di-masjid-al-aqsha","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging.aqsapedia.net\/staging\/id\/2975","title":{"rendered":"Baikah di Masjid al-Aqsha"},"content":{"rendered":"<p><!-- VideographyWP Plugin Message: Automatic video embedding prevented by plugin options. --><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Baikah yang berarti lengkung bagaikan pintu gerbang menuju pelataran kubah ash-Shakhrah. Karena letak kubah ash-Shakhrah berada pada tempat yang paling tinggi di kawasan masjid al-Aqsha, maka untuk menujunya harus melewati tangga. Para budayawan dan seniman muslim zaman pemerintahan Islam dulu tidak meninggalkan dan membiarkan tangga menuju kubah ini begitu saja, tapi mereka mendirikan bangunan berbentuk lengkung (baikah) setelah menaiki anak tangga.\u00a0 Sejarah pembangunannya yang paling lama kembali pada zaman Fathimiyah. Walaupun kebanyakan dibangun pada masa Mameluk. Telah berulang kali direnovasi pada masa-masa selanjutnya. Jumlah lengkung di masing-masing baikah berbeda-beda. Ada yang tiga, empat dan lima lengkung. Makna filosofinya, ada yang mengatakan kalau lengkung tiga menandakan ada tiga masjid suci di dunia ini. Kalau lengkung empat berarti ada empat musim di dunia, dan kalau lengkung lima menandakan shalat lima waktu. Walaupun jumlah lengkung tidak mempunyai arti apa-apa terhadap bangunan tersebut.\u00a0 Berikut denah lokasi baikah yang mengelilingi kubah ash-Shakhrah yang berjumlah delapan:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><b><strong> Baikah Syamaliyah (Lengkung Utara)<\/strong><\/b><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Berada di tengah sisi utara dari pelataran kubah ash-shakhrah. Didirikan pada masa Mameluk tahun 721 H.\/1321 M. Tingginya mencapai 7,5 meter. Terdiri dari dua tiang besar sebagai penyangga utama di sisi kanan kirinya dan dua tiang kecil berbentuk tabung silinder di tengahnya. Untuk menuju kubah ash-shakhrah melalui baikah ini dengan menggunakan anak tangga yang berjumlah sembilan.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"2\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><b><\/b><b><strong>Baikah Syamaliyah Gharbiyah (Lengkung Barat Laut)<\/strong><\/b><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Berada di sisi barat laut pelataran kubah ash-Shakhrah. Didirikan pada masa Mameluk tahun 778 H.\/1376 M. Terdiri dari 2 tiang utama di sisi kanan kirinya dan tiga tiang berbentuk tabung silinder di tengahnya dengan 4 lengkung. Tinggi baikah mencapai 7 meter. Untuk menuju baikah ini harus melalui anak tangga yang berjumlah 23.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"3\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><b><strong> Baikah Gharbiyah (Lengkung Barat)<\/strong><\/b><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Berada di tengah sisi barat pelataran kubah ash-Shakhrah. Didirikan pada tahun 340 H.\/951 M. Terdiri dari dua tiang utama di sisi kanan kirinya dan tiga tiang berbentuk tabung silinder di tengahnya. Terdapat sejumlah anak tangga untuk menuju baikah ini, sekitar 24 anak tangga. Pernah direnovasi pada masa Fathimiyah, yaitu beberapa tahun setelah dibangunnya baikah ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"4\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><b><\/b><b><strong>Baikah Janubiyah Gharbiyah (Lengkung Barat Daya)<\/strong><\/b><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Berada di sisi barat laut dari pelataran kubah ash-Shakhrah. Didirikan pada tahun 877 H.\/1472 M. yaitu pada masa Sultan Al-Asyraf Qaitbay. Baikah ini adalah baikah terakhir yang dibangun di pelataran kubah ash-Shakhra.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Terdiri dari dua tiang besar di kedua sisinya dan dua tiang kecil di tengahnya. Ada tiga lengkung dengan ketinggian baikah mencapai 7 meter. Jumlah tangganya ada 24 anak tangga. Di dinding utara dari baikah ini terdapat mihrab kecil yang dinamakan mihrab baikah barat daya.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"5\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><b><\/b><b><strong>Baikah Janubiyah (Lengkung Selatan)<\/strong><\/b><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Berada di tengah sisi selatan pelataran kubah ash-Shakhrah. Dibangun pada masa Bani Umayyah dan beberapa kali direnovasi pada masa Abbasiyah, Fathimiyah dan Utsmaniyah. Renovasi terakhir oleh Urusan Wakaf Islam pada tahun 1402 H.\/1982 M.\u00a0Terdiri dari tiga tiang berbentuk tabung silinder di tengahnya dan diapit oleh dua tiang besar di sisi kanan kirinya. Jumlah lengkungannya ada empat. Tinggi baikah 6,5 meter dengan jumlah anak tangga untuk menuju pelataran kubah ash-Shakhrah ada 20.\u00a0Di sebelah selatan dari baikah ini terdapat jam matahari yang dapat membantu orang shalat untuk mengetahui kapan waktu shalat tiba. Jam matahari ini buatan Rusydi Imam, seorang insinyur dari Dewan Tinggi Islam, pada tahun 1907 M.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"6\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><b><\/b><b><strong>Baikah Janubiyah Syarqiyah (Lengkung Tenggara)<\/strong><\/b><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Berada di sisi tenggara pelataran kubah ash-Shakhrah. Didirikan pada masa Fathimiyah tahun 412 H.\/1021 M. dan direnovasi pada masa Ayyubiyah tahun 608 H.\/1211 M. Terdiri dari dua tiang besar di masing-masing sisinya dan dua tiang berbentuk tabung silinder di tengahnya. Tingginya mencapai 6,5-7 meter. Ada 19 anak tangga untuk menuju baikah ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Antara baikah tenggara dan baikah selatan terdapat batu yang diukir dengan bentuk mihrab pada pagar pelataran kubah ash-Shakhrah. Tingginya setinggi pagar. Tentunya mihrab batu ini sebagai tanda arah kiblat. Tidak diketahui tahun pembuatannya, tapi dapat diperkirakan batu itu dibangun pada masa Utsmani ketika pengubinan lantai pelataran kubah ash-Shakhrah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><b><strong>7.Baikah Syarqiyah (Lengkung Timur)<\/strong><\/b><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Ini adalah satu-satunya baikah yang berada di sisi timur dari kubah ash-Shakhrah. Didirikan pada masa Bani Umayyah dan dibangun kembali pada masa Abbasiyah, tepatnya pada abad ke-10 masehi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Baikah ini terkenal karena yang paling besar diantara baikah lainnya. Mempunyai dua tiang besar disisi kanan kirinya dan empat tiang di tengah-tengah berbentuk tabung silinder. Tingginya mencapai 6,5 meter. Jumlah lengkungannya ada lima. Untuk menuju pelataran kubah ash-Shakhrah dengan melalui 22 anak tangga.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"8\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><b><strong> Baikah Syamaliyah Syarqiyah (Lengkung Timur Laut)<\/strong><\/b><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Berada di sisi timur laut dari pelataran kubah ash-Shakhrah. Didirikan pada masa Mameluk tahun 726 H.\/1325 M. ketika Al-Malik Muhammad bin Qalawun Ash-Shalihi berkuasa. Sejarah pembangunan baikah tertulis di papan nama pada baikah ini.Terdiri dari dua tiang besar sebagai penyangga utama di kedua sisinya dan dua tiang kecil berbentuk tabung silinder di tengahnya. Tingginya mencapai 7 meter. Jumlah lengkungannya ada tiga. Untuk menuju kubah ash-shakhrah melalui baikah ini dengan menggunakan anak tangga yang berjumlah sebelas.\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Baikah yang berarti lengkung bagaikan pintu gerbang menuju pelataran kubah ash-Shakhrah. Karena letak kubah ash-Shakhrah berada pada tempat yang paling tinggi di kawasan masjid al-Aqsha, maka untuk menujunya harus melewati&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2809,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"elementor_theme","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[86],"tags":[],"class_list":["post-2975","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-arsitektur-al-aqsha"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.aqsapedia.net\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2975","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.aqsapedia.net\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.aqsapedia.net\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.aqsapedia.net\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.aqsapedia.net\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2975"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/staging.aqsapedia.net\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2975\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.aqsapedia.net\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2809"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.aqsapedia.net\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2975"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.aqsapedia.net\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2975"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.aqsapedia.net\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2975"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}