{"id":3025,"date":"2021-01-26T06:23:50","date_gmt":"2021-01-26T06:23:50","guid":{"rendered":"http:\/\/alqudsmalaysia-001-site4.itempurl.com\/?p=3025"},"modified":"2021-04-02T04:59:51","modified_gmt":"2021-04-02T04:59:51","slug":"para-murabithun-penjaga-garis-pertahanan-pertama-masjid-al-aqsa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging.aqsapedia.net\/staging\/id\/3025","title":{"rendered":"Para Murabithun (Penjaga): Garis Pertahanan Pertama Masjid Al Aqsa"},"content":{"rendered":"<p><!-- VideographyWP Plugin Message: Automatic video embedding prevented by plugin options. --><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Para\u00a0<em>murabithun, murabithat\u00a0<\/em>atau\u00a0<em>murabithu al Aqsa\u00a0<\/em>adalah nama yang diberikan kepada sekumpulan dan individu-individu yang berasal dari penduduk kota Al Quds (Yerusalem) dan orang-orang Palestina yang berasal dari wilayah-wilayah jajahan 1948. Mereka adalah orang-orang yang telah mendedikasikan jiwa dan waktu mereka untuk berjaga di masjid Al Aqsa atau di pintu-pintu masuknya, dan siap menghadapi pasukan penjajah Zionis serta para ekstrimis Yahudi yang selalu berusaha masuk ke dalam masjid Al Aqsa serta melakukan penodaan terhadap nya. Para\u00a0<em>murabithun\u00a0<\/em>ini berasal dari lintas generasi dan latar belakang politik juga budaya yang beragam. Kecintaan kepada masjid Al Aqsa dan keinginan untuk membelanya lah yang menyatukan mereka. Kita bisa melihat di antara mereka terdapat para orang tua, pemuda, ibu-ibu, para sesepuh dan bahkan para penghapal Quran juga para penuntut ilmu Syar\u2019i.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><b><strong>Pengertian\u00a0<em>Ribath\u00a0<\/em>dan Asal Usulnya di Masjid Al Aqsa<\/strong><\/b><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Arti asal\u00a0<em>ribath\u00a0<\/em>adalah menetap di tempat tertentu dan tidak sedkitpun meninggalkan nya. Dalam bahasa arab dikatakan, seseorang melakukakan\u00a0<em>ribath\u00a0<\/em>di suatu tempat tertentu: yang berarti bahwa ia menetap di situ dan tidak meninggalkan nya. Karena itu,\u00a0<em>ribath\u00a0<\/em>diartikan dengan menetap pada tempat-tempat yang dikhawatirkan akan diserang oleh musuh dengan tujuan untuk membentengi, membela dan melindungi kaum muslimin. Biasanya\u00a0<em>ribath\u00a0<\/em>dilakukan di daerah-daerah perbatasan.\u00a0<em>Ribath\u00a0<\/em>memiliki keutaman besar dalam Islam. Ia merupakan salah satu bentuk jihad dan berjuang di jalan Allah swt. Dalam sebuah hadits Rasululah saw bersabda:<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">\u201cMelakukan\u00a0<em>ribath\u00a0<\/em>selama sehari di jalan Allah adalah lebih baik dari dunia dan segala isinya.\u201d (HR Muslim)<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Sejak abad pertama Hijriah (abad ketujuh Masehi), kaum muslimin telah memiliki kebiasaan untuk menetap di masjid Al Aqsa. Bahkan mereka meninggalkan negeri serta tanah kelahiran mereka dan datang ke Baitul Maqdis dalam jumlah besar untuk melakukan i\u2019tikaf di masjid Al Aqsa. Banyak di antara mereka pada akhirnya dimakamkan di samping masjid Al Aqsa. Bebarapa contohnya adalah sahabat Syaddad bin Aus (wafat tahun 64 H\/683 M) dan sahabat Dzul Ashabi\u2019 yang pindah dan menetap di samping masjid Al Aqsa, beliua berceritra, \u201caku pernah bertanya kepada Rasulullah saw:\u00a0Wahai Rasulullah, jika kami diuji dengan panjang umur setelah engkau, maka engkau menyuruh Kemana? Beliau bersabda: &#8220;Pergilah ke Baitul Maqdis, semoga akan lahir darimu keturunan yang akan pergi ke masjid itu baik pagi maupun sore harinya&#8221;.\u00a0(Musnad Imam Ahmad)<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Bahkan pun setelah mereka dan masa-masa berikutnya, kaum muslimin tetap melakukan i\u2019tikaf dan\u00a0<em>ribath\u00a0<\/em>di masjid Al Aqsa. Kecuali pada masa terjadinya perang salib ketika masjid Al Aqsa dikuasai dan dirubah menjadi gereja dan markas oleh para tentara salib. Telah banyak kitab-kitab Tarikh, Tasawwuf dan Biografi yang menjelaskan dan mengabarkan kepada kita tentang mereka yang tinggal menetap dan\u00a0 bernadzar\u00a0 untuk shalat dan beri\u2019tikaf di masjid Al Aqsa.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><b><strong>Tumbuh Kembang Gerakan\u00a0<em>Ribath<\/em><\/strong><\/b><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Setelah Ariel Sharon, mantan Perdana Menteri Zionis Israel, secara ilegal masuk ke dalam masjid Al Aqsa yang menyebabkan meletusnya intifadhah Al Aqsa tahun 2000. Kemudian Gerakan Islam Al Harakah Al Islamiyah, yang dipimpin oleh Syekh Raid Shalah, berfikir tentang perlunya melindingi masjid Al Aqsa dan memenuhi nya dengan para jamaah sepanjang waktu agar penjajah Zionis tidak menguasai nya. Maka ketika itu mereka mengkampayekan gerakan yang disebut dengan\u00a0<em>Masiroh Al Bayariq\u00a0<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>Qawafil Syaddurrihal<\/em>, yang bertujuan untuk memobilisasi para jamaah dari kawasan Al Khalil (Hebron), Al Mutsallats, Al Naqab (Najev) dan kawasan pesisir ke masjid Al Aqsa setiap hari dengan menggunakan bis-bis yang secara khusus digunakan untuk tujuan ini. Kampanye ini memiliki dampak positif langsung pada kebangkitan masjid Al Aqsa dan kebangkitan kehidupan ekonomi kota tua Al Quds (Yerusalem).<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Tahap kedua dari kampanye gerakan\u00a0<em>ribath\u00a0<\/em>(penjagaan)<em>\u00a0<\/em>di masjid Al Aqsa adalah dengan membentuk halaqoh-halaqoh ilmu yang disebut dengan\u00a0<em>\u201cmashathib Al Ilmi\u201d.\u00a0<\/em>Gerakan Al Harokah Al Islamiyah mensponsori pembentukan 36 halaqoh Ilmu pada tahun 2008 di dalam masjid Al Aqsa. Halaqoh-halaqoh ilmu ini menerima orang-orang yang ingin belajar ilmu-ilmu syar\u2019i, yang terdiri dari ilmu Quran, qiroat, fiqih, siroh dan hadits, melalui dauroh-dauroh ilmiah yang termetode dengan baik. Mereka, yang belajar, ini terdiri dari berbagai usia, kemudian berkembang hingga jumlah anggotanya mencapai 1200 orang pada tahun 2011. Halaqoh-halaqoh tersebut memang dperuntukkan bagi orang-orang yang hadir dan melakukan\u00a0<em>ribath\u00a0<\/em>di dalam masjid Al Aqsa.\u00a0<em>\u00a0<\/em>Sering kali ketika mereka sedang dalam halaqoh-halaqoh ilmu ini, mereka harus bersitegang dan menghadapi para penyerbu yang ingin masuk ke dalam masjid Al aqsa secara ilegal. Mereka berusaha mengusir para penyerbu ini meski harus mengalami serangan dan beberapa kesulitan.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Pada tahun 2015 zionis Israel melancarkan serangan terhadap para\u00a0<em>murabithun.\u00a0<\/em>\u00a0Pada Agustus 2015 pihak intelejen zionis Israel menerbitkan daftar nama-nama para\u00a0<em>murabithah\u00a0<\/em>(<em>murabithun<\/em>\u00a0perempuan) yang berjumlah sekitar 75 orang, yang terkenal di kalangan para aktivis dengan \u201cdaftar emas\u201d. Kesemua nama-nama tersebut dicabut haknya untuk masuk ke dalam masjid Al Aqsa dan shalat di dalamnya. Pada bulan yang sama, Menteri Perang Israel, Moshe Ya\u2019alon, mengeluarkan sebuah keputusan yang menganggap para\u00a0<em>murabithun\u00a0<\/em>dan\u00a0<em>murabithat\u00a0<\/em>sebagai organisasi ilegal, hal itu beradasarkan atas rekomendasi dari Kepolisian Zionis Israel dan Dinas Keamanan Umum. Ia mengaggap mereka sebagai faktor utama dalam menciptakan ketegangan dan kekerasan serta melemahkan kedaulatan Israel atas masjid Al Aqsa. Satu hal yang mencerminkan kesombongan penjajah Israel dan fakta-fakta yang dipaksakan oleh mereka di lapangan meskipun bertentangan dengan akal sehat adalah bahwa, menurut keputusan tersebut, kehadiran jamaah kaum muslimin di masjid (Al Aqsa) mereka merupakan faktor ketegangan dan kekerasan, sementara masuknya tentara Israel dan para ekstrimis Yahudi ke dalam masjid Al Aqsa secara ilegal dianggap tidak mengarah ke sana (faktor ketegangan dan kekerasan).<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Tetapi larangan melakukan\u00a0<em>ribath\u00a0<\/em>dan menganggap nya sebagai sebuah perbuatan melanggar hukum (kriminal) oleh penjajah Zionis Israel tidak menghalangi para\u00a0<em>murabithun\u00a0<\/em>dan\u00a0<em>murabithatat\u00a0<\/em>untuk melakukan aksi\u00a0<em>ribath\u00a0<\/em>mereka di pintu-pintu masjid Al Aqsa.\u00a0 Pada Juli 2017 mereka memainkan peran berbeda dalam pergolakan (yang terjadi di) pintu Al Ashbath, yaitu dengan memimpin aksi protes (dalam bentuk duduk) di pintu-pintu masjid Al Aqsa. Maka konsep\u00a0<em>ribath\u00a0<\/em>semakin meluas dan ribuan penduduk kota Al Quds dan pendududk dari wilayah-wilayah jajahan 1948 bergabung dengan mereka. Aksi protes tersebut berhasil dalam menggagalkan kehendak penjajah Zionis Israel dan memulihkan kondisi masjid Al Aqsa seperti sedia kala. Mereka juga meraih kemenangan dengan bisa masuknya kaum muslimin ke masjid Al Aqsa tanpa harus melewati pintu-pintu pemerikasaan (metal detector) yang ingin diletakkan oleh penjajah Israel di pintu-pintu masuk masjid sebagai cara baru untuk menguasai dan mengontrol masjid Al Aqsa.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><b><strong>Urgensi dan Peran para\u00a0<em>Murabithun<\/em><\/strong><\/b><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Urgensi melakukan\u00a0<em>ribath\u00a0<\/em>adalah dengan tidak membiarkan masjid Al Aqsa kosong dari para jamaah shalat dan para pengunjung, khususnya pada pagi hari , setelah waktu dhuhur dan juga pada momen-momen hari raya Yahudi. Karena pada waktu-waktu ini jumlah para penyusup yang ingin masuk seacara ilegal ke dalam masjid Al Aqsa dan juga usaha mereka untuk melakukan ritual-ritual talmud di dalamnya semakin bertambah. Maka peran para\u00a0<em>murabithun<\/em>\u00a0adalah dengan menghalau dan berusaha mencegah para penyusup ini\u00a0 masuk ke dalam area masjid dan juga untuk mencegah dipaksakannya pembagian waktu\u00a0<em>(taqsim zamani)\u00a0<\/em>dan tempat<em>\u00a0(taqsim makani)\u00a0<\/em>di masjid Al Aqsa. Pembagian ini sendiri merupakan usaha yang dilakukakan oleh penjajah Zionis Israel seperti yang telah mereka lakukan di masjid Al Ibrahimi di kota Al Khalil (Hebron). Oleh sebab\u00a0<em>ribath\u00a0<\/em>atau penjagaan yang dilakukan oleh para\u00a0<em>murabithun\u00a0<\/em>di garis pertahanan pertama \u00a0yaitu tepat di masjid Al Aqsa, maka mereka seolah sedang menggantikan peran jutaan bangsa arab dan juga kaum muslimin dalam membela kemulian masjid Al Aqsa.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><em>Ribath\u00a0<\/em>di masjid Al Aqsa adalah dengan memastikan bahwa umat Islam selalu ada di sana untuk melindungi, membela dan menghormati nya. Karena itu, para\u00a0<em>murabithun\u00a0<\/em>terpaksa harus meninggalkan tugas dan pekerjaan mereka untuk mengabdikan diri pada tugas ini (yakni\u00a0<em>ribath<\/em>). Beberapa di antara mereka menjadikan\u00a0<em>ribath\u00a0<\/em>sebagai pekerjaan dan jihad permanen di masjid Al Aqsa. Respon dan perlawanan mereka terhadap segala usaha untuk menyerbu dan masuk ke masjid Al Aqsa secar ilegal adalah dengan tangan kosong dan dada terbuka serta tenggorokan mereka yang meneriakkan Takbir \u201cAllahu Akbar\u201d di hadapan para penyerbu dan penyerang.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Pada titik ini para\u00a0<em>murabithun<\/em>\u00a0telah mencapai hasil yang luar biasa. Selain menghalangi proyek pembagian (waktu dan tempat), berkonfrontasi langsung dengan penjajah dan menjadi representasi ummat Islam di garis terdepan membela masjid Al Aqsa, para\u00a0<em>murabithun\u00a0<\/em>ini telah menjadi ikon dan sumber inspirasi bagi banyak aktifis di dunia karena ketabahan dan tekat mereka untuk selalu terhubung dengan masjid Al Aqsa meskipun mereka harus menghadapi begitu banyak siksaan badan, serangan dan penangkapan. Selain itu, ada banyak nama dari para\u00a0<em>murabithat\u00a0<\/em>(para penjaga perempuan) yang berhasil menyampaikan berita-berita tentang Al Aqsa dan perkembangan terkini di sana. Mereka juga menyampaikan pesan terkait dengan Al Aqsa melalui konferensi-konferensi internasional, pertemuan-pertemuan publik atau melalui situs jejaring sosial. Syeikh Raid Shalah mungkin bisa dianggap sebagai pemimpin para\u00a0<em>murabithun,\u00a0<\/em>karena ia telah mendedikasikan hidup, waktu dan daya upayanya untuk Al Aqsa. Beliau sendiri saat ini sedang berada dalam tahanan penjajah Israel. Muncul juga contoh-contoh lain dari para\u00a0<em>murabithun\u00a0<\/em>ini seperti Syekh Kamal Khatib dan para pemimpin Al Harakah Al Islamiyah lainnya. Beberapa di antara para\u00a0<em>murabithun\u00a0<\/em>dan\u00a0<em>murabithat\u00a0<\/em>ini adalah: Khadijah Khuwais, Hanadi Halawani, Zinah Amru, Sahar An Natsya, Samiha Syahin, Ummu Ihab Al Jalad dan lain sebagainya. Kami akan berusaha mendokumentasikan semua pengalaman mereka dalam Aqsapedia.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><b><strong>Zionis Israel Menjadikan para\u00a0<em>Murabithun\u00a0<\/em>Sebagai Target<\/strong><\/b><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Kebrutalan Zionis semakin meningkat ketika berurusan dengan para\u00a0<em>murabithun<\/em>\u00a0dan menjadikan mereka sebagai sasaran, sebab peran mereka (para\u00a0<em>murabithun<\/em>) semakin signifikan dalam mempertahankan masjid Al Aqsa dan menghalangi rencana-rencana Zionis untuk melakukan pembagian (waktu dan tempat). Mereka telah menghadapi berbagai tindakan represif, di antaranya\u00a0 adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><b><strong>Dilarang untuk melakukan Ribath dan dianggap sebagai perbuatan melanggar hukum.<\/strong><\/b><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Pada Agustus 2015, Menteri Perang Zionis, Moshe Ya\u2019alon, mengeluarkan sebuah keputusan yang\u00a0 menjadikan para\u00a0<em>murabithun<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>murabithat<\/em>\u00a0sebagai organisasi atau kelompok terlarang atas rekomendasi dari Kepolisian penjajah dan Dinas Keamanan Umum. Mereka (para\u00a0<em>murabithun<\/em>) dianggap sebagai faktor utama dalam menciptakan ketegangan dan kekerasan serta melemahkan kedaulatan Israel atas masjid Al Aqsa. Satu hal yang mencerminkan kesombongan penjajah Israel dan fakta-fakta yang dipaksakan oleh mereka di lapangan meskipun bertentangan dengan akal sehat adalah bahwa, menurut keputusan tersebut, kehadiran jamaah kaum muslimin di masjid (Al Aqsa) mereka merupakan faktor ketegangan dan kekerasan, sementara masuknya tentara Israel dan para ekstrimis Yahudi ke dalam masjid Al Aqsa secara ilegal dianggap tidak mengarah ke sana (faktor ketegangan dan kekerasan).<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"2\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><b><\/b><b><strong>Dilarang untuk masuk ke dalam Masjid Al Aqsa<\/strong><\/b><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Polisi penjajah melakukan tindakan keras kepada para\u00a0<em>murabithun<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>murabithat\u00a0<\/em>\u00a0yaitu dengan merampas hak mereka untuk beribadah dan memasuki masjid Al Aqsa. Puluhan orang dari mereka telah terkena imbas dari pelarangan ini. Misalnya pada 23 Agustus 2015, ketika dinas intelijen penjajah mengeluarkan daftar nama-nama\u00a0<em>murabithah<\/em>\u00a0yang berjumlah 75 orang. \u00a0Daftar nama-nama tersebut dikenal di kalangan para aktifis dengan \u201cDaftar Emas\u201d. Kesuma nama\u00a0<em>murabithah\u00a0<\/em>yang terdapat dalam daftar tersebut dicabut haknya untuk masuk dan shalat di dalam masjid Al Aqsa. Penjajah Israel menambahkan puluhan nama lagi dalam daftar ini. Puluhan orang ini meski dilarang untuk masuk ke dalam masjid Al Aqsa, akan tetapi tetap melaksanakan shalat dan pendidikan agama mereka di pintu-pintu Al Aqsa.<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"3\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><b><\/b><b><strong>Dilarang untuk menjalankan Program\u00a0<em>Qawafil Syaddurrihal<\/em><\/strong><\/b><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><em>Qawafil Syaddurrihal\u00a0<\/em>adalah bis-bis yang digunakan untuk mengangkut para jamaah di dalam wilayah Palestina terjajah menuju masjid Al aqsa. Keputusan melarang ribath yang dikeluarkan oleh penjajah Zionis dibarengi dengan keputusan untuk memerangi segala upaya untuk menjalankan proyek\u00a0<em>Qawafil Syadurrihal<\/em>. Penjajah Zionis menghentikan, menahan dan melarang semua bis tersebut agar tidak sampai ke masjid Al Aqsa. Meraka juga mengancam akan memberikan sanksi dan denda kepada para supir dari bis-bis tersebut. Hal tersebut mereka lakukan sebagai usaha agar para\u00a0<em>murabithun<\/em>\u00a0tidak sampai atau masuk ke dalam masjid Al Aqsa.<b><strong>.<\/strong><\/b><\/span><\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><b><\/b>Ditangkap dan diadili<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Diasingkan keluar Kota Al Quds (Kota Tua) dan Dilarang untuk memasuki nya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Dilarang bepergian dan paspor ditahan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Ditangkap di dalam masjid Al Aqsa dengan tuduhan meneriakkan takbir di hadapan para ekstrimis Yahudi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Dipanggil untuk diperiksa berungkali dan melelahkan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Ditahan berhari-hari tanpa tuduhan yang jelas<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Mengalami pelecehan verbal dan fisik, seperti dihina, dipukul dan ditendang.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Identitas pribadi ditahan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Rumah dimasuki dan didobrak\u00a0 secara paksa<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Asuransi kesehatan para<em>murabithun<\/em>\u00a0dan keluarganya dicabut<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Anak-anak mereka diancam akan ditangkap dan ditempatkan di \u00a0\u00a0Rumah Yatim<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Dijadikan tahanan rumah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Dipaksa untuk membayar denda<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<div id=\"gtx-trans\" style=\"position: absolute; left: 114px; top: 78px;\">\n<div class=\"gtx-trans-icon\"><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Para\u00a0murabithun, murabithat\u00a0atau\u00a0murabithu al Aqsa\u00a0adalah nama yang diberikan kepada sekumpulan dan individu-individu yang berasal dari penduduk kota Al Quds (Yerusalem) dan orang-orang Palestina yang berasal dari wilayah-wilayah jajahan 1948.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":667,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"elementor_theme","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[94],"tags":[334],"class_list":["post-3025","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-penjaga-al-aqsha","tag-penjaga"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.aqsapedia.net\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3025","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.aqsapedia.net\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.aqsapedia.net\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.aqsapedia.net\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.aqsapedia.net\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3025"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/staging.aqsapedia.net\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3025\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.aqsapedia.net\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/media\/667"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.aqsapedia.net\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3025"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.aqsapedia.net\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3025"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.aqsapedia.net\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3025"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}